Selasa, 08 Februari 2011

BELAJAR DARI JEMAAT-JEMAAT DI MAKEDONIA


BELAJAR DARI JEMAAT-JEMAAT DI MAKEDONIA
(Oleh Leroy Brownlow)

“Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam pelbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam ke-murahan. Aku bersaksi, bahwa mereka telah memberikan menurut kemampuan mereka, bahkan melampaui kemampuan mereka. Dengan kerelaan sendiri mereka meminta dan mendesak kepada kami, supaya mereka juga beroleh kasih karunia untuk mengambil bagian dalam pelayanan kepada orang-orang kudus. Mereka memberikan lebih banyak dari pada yang kami harapkan. Mereka memberikan diri mereka, pertama-tama kepada Allah, kemudian oleh karena kehendak Allah juga kepada kami.” (2 Kor. 8:1-5).

Mereka miskin, namun kaya dalam kemurahan, (ay. 2) Kemurahan tidak diukur oleh jumlah, tapi semangat dan bagian. Itulah sebabnya janda miskin itu dikatakan memasukkan lebih banyak ketimbang yang lainnya yang juga memberikan persembahan. (Markus 12:41-44).

Mereka memberi “menurut kemampuan mereka” dan bahkan “melampui kemampuan mereka,” (ay. 3) Mereka “memberi sampai pemberian itu melukai” tapi pemberian itu tidak membuat mereka terluka. Adalah mungkin untuk “memberi sampai pemberian itu melukai” dan memberi hingga tidak melukai.

Mereka mendesak Paulus dengan sangat agar menerima pemberian mereka, (ay. 4) Mereka memandang pemberian sebagai suatu kesempatan bukan beban. Bagaimana kita memandangnya?

“Mereka memberi diri mereka pertama-tama kepada Allah,” (ay. 5). Inilah rahasia kemurahan orang Kristen. Itu sama seperti berlayar dengan perintah yang dirahasiakan. Ke mana? Kamu tidak tahu. Kapan? Kamu tidak bisa mengatakannya. Itu menyatakan sebuah pernyataan kekal “Ya” kepada Allah dan “Tidak” kepada diri sendiri. Itu sama seperti membuat nama dan tanda tangan di atas selembar cek kosong dan biarlah Tuhan yang menuliskan jumlahnya. (Some Do’s and Dont’s For Christian)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silakan Beri Komentar atau Kritik Membangun